Seluruh produk kami sifatnya pre-order, anda tidak perlu melakukan pembayaran saat melakukan pesanan. Cukup cantumkan keterangan pesanan, lalu kami akan segera menghubungi anda paling lambat 1x24 jam.

Silakan login dulu agar semakin mudah dalam bertransaksi.

Gempa Bumi: Kapan Si ‘Bumi Goyang’ Muncul?


Hai, Sob! Pernah nggak sih, kamu lagi asyik-asyiknya nongkrong atau main game, tiba-tiba dunia ini goyang-goyang seperti mobil goyang? Yup, itu namanya gempa bumi. Gempa itu kayak tamu tak diundang yang datang tanpa permisi, bikin hati deg-degan dan tangan gemeteran. Rumah kita pun bisa ikut gemeteran kalau goyangannya terlalu seronok aduhai.

Gempa bumi itu sebenarnya gerakan lempeng bumi yang bersentuhan atau bergesekan. Bumi kita ini kan punya banyak “puzzle” lempeng yang kadang suka ngadu jotos. Pas mereka berantem, kita yang di atasnya ngerasain getarannya.

Nah, buat kamu yang penasaran, gempa itu nggak bisa ditebak kayak cuaca. Dia datang tiba-tiba, tanpa janjian. Makanya, kita harus selalu waspada. Jangan cuma sibuk main TikTok atau Instagram, info tentang gempa itu juga penting buat kita ketahui.

Kalo udah terjadi gempa, yang penting itu jangan panik! Ikutin protokol keselamatan yang udah diajarin. Misalnya, kalo di dalam rumah, cari tempat yang aman seperti bawah meja yang kuat. Kalo di luar, cari tempat terbuka dan jauh dari gedung tinggi.

Terus, jangan lupa juga, guys, untuk selalu update info dari BMKG atau sumber terpercaya. Jangan cuma percaya sama berita dari grup WA atau broadcast yang kadang hoax. Stay safe dan tetap waspada, ya!

Di zaman now, ada banyak cara buat tetap update tentang gempa. Kamu bisa install aplikasi di smartphone yang bisa kasih info gempa terkini. Atau, follow akun media sosial yang sering update tentang bencana alam.

Penyebab Gempa

Bayangin bumi kita ini kayak kumpulan balok mainan yang saling bersentuhan. Balok-balok ini, yang kita sebut lempeng tektonik, itu terus bergerak pelan-pelan. Tapi, karena sisi-sisi balok ini nggak mulus dan rada kasar, kadang-kadang mereka bisa macet pas saling bersentuhan.

Jasa pembuatan skripsi, tesis, disertasi, jurnal, karya ilmiah, video animasi pembelajaran after effect, deep learning, machine learning, game unity, joki toelf.

Nah, waktu balok-balok ini macet, mereka terus berusaha maju, numpuk-numpuk tenaga. Pas akhirnya satu balok bisa lepas dari yang lain karena sudah cukup kuat mendorong, tenaga yang udah numpuk itu langsung dilepas. Ini yang bikin bumi kita berguncang-guncang alias terjadi gempa.

Jadi, guys, gempa bumi itu terjadi karena lempeng-lempeng atau balok-balok bumi ini terus bergerak, tapi kadang ada yang tersangkut dan menumpuk energi. Ketika energi itu akhirnya terlepas, kita di permukaan bumi ngerasain getaran atau guncangan.

Skala Gempa

Pertama, gempa bumi itu diukur pakai yang namanya magnitude, atau ukuran gempa. Skala ini diungkapkan dalam angka bulat dan desimal. Jadi, gempa dengan magnitude 5.3 itu termasuk gempa moderat, sedangkan 6.3 itu udah termasuk gempa yang kuat. Sistem skala ini berbasis logaritmik, jadi tiap naik satu angka penuh di skala, itu artinya getaran yang terukur di seismogram itu sepuluh kali lebih besar​​.

Nah, dulu orang banyak ngomongin tentang Skala Richter (M_L). Tapi sekarang, skala ini jarang dipakai kecuali untuk gempa-gempa kecil yang direkam secara lokal. Untuk gempa yang lebih besar, yang lebih akurat itu Skala Moment Magnitude (Mw). Skala ini didasarkan pada sifat fisik gempa yang dianalisis dari semua gelombang getaran yang tercatat. Jadi, faktor-faktor kayak kekuatan batuan di sepanjang patahan, luas area patahan yang bergeser, dan seberapa jauh patahan itu bergerak, semuanya berkontribusi dalam menentukan besarnya magnitude gempa​​.

Terakhir, ada yang namanya intensitas gempa. Intensitas itu mengukur seberapa keras getaran di tiap lokasi, dan ini berbeda-beda tergantung lokasinya, jarak dari area patahan, dan faktor-faktor lain seperti jenis geologi permukaan di bawahnya. Intensitas ini dinyatakan dalam angka Romawi, kayak VI, X, dan seterusnya​​.

Contoh-contoh Gempa dari yang Sekedar Goyang hingga Penyebab Maut

Untuk gempa kecil, contohnya adalah:

  1. Gempa dengan magnitude 1.7 di California (36.939°N, -121.679°W) pada tanggal 00:59:06 UTC​​.
  2. Gempa dengan magnitude 1.9 dekat Danville, California (6 km northeast) pada tanggal 24 April 2000 pukul 19:44 PDT​​.
  3. Serangkaian gempa di California pada 7 Mei 2000, dengan magnitude terbesar 3.1​​.

Untuk gempa besar, contohnya adalah:

  1. Gempa Valdivia di Chile dengan magnitude 9.5 pada tanggal 22 Mei 1960 (38.14°S, 73.41°W)​​.
  2. Gempa Alaska 1964 dengan magnitude 9.2 (60.91°N, 147.34°W) pada tanggal 28 Maret 1964​​.
  3. Gempa Sumatra-Andaman dengan magnitude 9.1 (3.30°N, 95.98°E) pada tanggal 26 Desember 2004​​.
  4. Gempa Tohoku di Jepang dengan magnitude 9.1 pada tanggal 11 Maret 2011 (38.30°N, 142.37°E)​​.
  5. Gempa di Kamchatka, Rusia dengan magnitude 9.0 pada tanggal 4 November 1952 (52.62°N, 159.78°E)​​.

Ini adalah beberapa contoh gempa dari yang kecil hingga yang besar. Gempa kecil biasanya tidak dirasakan dan jarang menimbulkan kerusakan, sementara gempa besar dapat menyebabkan kerusakan besar dan tsunami seperti halnya gempa yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.